Atlas Burung Indonesia

Era Pra-ABI

Setelah inisiasi di era rintisan pada 1990-an terhenti, pengerjaan atlas baru muncul kembali pada 2008-2009 dalam payung Atlas Burung Jawa. Pengerjaan Atlas Burung Jawa ini menjadi salah satu dari hasil keputusan forum Pertemuan Pengamat Burung Indonesia (PPBI) I di Gunung Ungaran, Jawa Tengah (2007).

Dari keputusan itu, pada 2008 Jogja menyelesaikan dua produk atlas. Pertama, Jogja Bird Atlas Volume 1, dikoordinatori oleh Bambang Setyawan. Kedua, Jogja Interest Bird Map (JIBM) oleh Swiss Winnasis.

Tampilan Jogja Bird Atlas volume 1 (2008) yang dibuat dalam Excel.

Tampilan Jogja Bird Atlas volume 1 (2008)

Tampilan Jogja Interest Bird Map (2008) yang dikerjakan dengan Adobe Flash.

Tampilan Jogja Interest Bird Map (2008)

 

 

 

 

 

 

 

 

Jogja Bird Atlas Volume 1 dibuat dalam format Microsoft Excel, merangkum data pengamatan dari 1999-2008 yang mencakup 25 lokasi pengamatan. Di dalamnya terdapat 3 ceklis, yakni Yogya Birdlist (272 jenis), List Per Tahun (268 jenis), dan Kompilasi Per Tahun. Sementara Jogja Interest Bird Map tampil dalam format Adobe Flash yang interaktif. Di dalamnya terdapat 300 jenis burung yang mencakup 17 lokasi pengamatan.

Halaman muka Semarang Bird Web (2009)

Halaman muka Semarang Bird Web (2009)

Semarang menyelesaikan Semarang Bird Web di tahun 2009, merangkum data pengamatan di Semarang dan sekitarnya. Pengerjaannya dikepalai oleh Karyadi Baskoro yang hasilnya tertampil dalam situs http://bioundip.ac.id/sbw.

Peta Burung Taman Nasional Baluran (2009)

Peta Burung Taman Nasional Baluran (2009)

Di tahun 2009, Swiss Winnasis menyusun Peta Burung Taman Nasional Baluran. Peta tersebut tertampil sebagai info grafis, menggunakan satuan grid 4×4 kilometer per segi. Di dalamnya terangkum catatan 171 jenis burung.